KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari melalui Klinik Kampusnya telah menjalin kerjasama strategis dengan berbagai rumah sakit dan perusahaan industri farmasi di kawasan Sulawesi Tenggara. Kolaborasi ini merupakan langkah konkret dalam mengintegrasikan pendidikan klinis, penelitian, dan layanan kesehatan masyarakat yang berkelanjutan. Kesepakatan ini ditandatangani pada Rabu, 23 April 2026, di ruang rapat utama Universitas Muhammadiyah Kendari dengan melibatkan perwakilan dari berbagai stakeholder industri kesehatan.
Kerjasama ini mencakup tiga aspek utama: pengembangan kapasitas sumber daya manusia, peningkatan standar layanan kesehatan klinis, dan penelitian terapan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat lokal. Melalui inisiatif ini, Klinik Kampus diharapkan dapat menjadi pusat pembelajaran praktis bagi mahasiswa program studi Ilmu Kesehatan, sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat Kendari dan sekitarnya.
### Latar Belakang dan Motivasi Kolaborasi
Klinik Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari telah beroperasi sejak tahun 2018 sebagai unit pelayanan kesehatan primer yang melayani mahasiswa, karyawan, dan masyarakat umum. Namun, seiring dengan berkembangnya zaman dan meningkatnya ekspektasi standar pelayanan kesehatan, pihak universitas menyadari perlunya penguatan infrastruktur, peningkatan kompetensi tenaga medis, dan aksesibilitas terhadap teknologi kesehatan terkini.
“Kami melihat bahwa Klinik Kampus memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi institusi kesehatan yang lebih komprehensif. Namun, untuk mencapai visi tersebut, kami memerlukan dukungan dari mitra-mitra strategis di industri kesehatan. Itulah mengapa kami mengambil inisiatif untuk menjalin kerjasama dengan rumah sakit dan perusahaan farmasi terkemuka,” ujar Dr. H. Muhammad Ridha Thaha, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam konferensi pers yang digelar pada hari peluncuran kesepakatan.
Rektor Thaha menambahkan bahwa kolaborasi industri-akademik ini sejalan dengan visi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menjadi perguruan tinggi yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan industri. “Kami percaya bahwa pendidikan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten secara akademis, tetapi juga praktis dan siap berkontribusi langsung kepada masyarakat,” lanjutnya.
### Kemitraan Strategis yang Telah Disepakati
Berdasarkan dokumentasi resmi yang diperoleh penulis, Klinik Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari telah menjalin kerjasama dengan tiga institusi utama. Pertama, kesepakatan trilateral dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Tadda Kendari, rumah sakit milik pemerintah yang melayani sebagai pusat referensi kesehatan di wilayah Sulawesi Tenggara. Kedua, kerjasama dengan Rumah Sakit Swasta Pratama Kendari, yang merupakan institusi kesehatan dengan standar akreditasi internasional. Ketiga, penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dengan PT Farmasi Indonesia Timur, perusahaan farmasi multinasional yang memiliki fasilitas produksi di Sulawesi Tenggara.
Melalui kerjasama dengan RSUD Andi Tadda Kendari, mahasiswa program studi Pendidikan Perawat dan Kebidanan akan mendapatkan kesempatan magang klinis yang lebih terstruktur dengan kurikulum yang disesuaikan dengan standar nasional dan internasional. Dr. H. A. Muh. Firman Mansyur, Direktur RSUD Andi Tadda Kendari, mengungkapkan antusiasmenya terhadap kolaborasi ini.
“Kami sangat senang dapat bermitra dengan Universitas Muhammadiyah Kendari. Rumah sakit kami memiliki beban kerja yang signifikan, dan dengan kehadiran mahasiswa dan peneliti dari universitas, kami dapat meningkatkan kapasitas pelayanan sekaligus memberikan pembelajaran praktis yang berkualitas bagi generasi tenaga kesehatan muda,” kata Dr. Mansyur dalam wawancara eksklusif.
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa RSUD akan membuka 15 tempat magang tambahan untuk mahasiswa pendidikan kesehatan Universitas Muhammadiyah Kendari setiap tahunnya, dengan program mentorship yang komprehensif. “Kami juga berkomitmen untuk menyediakan akses terhadap fasilitas laboratorium dan diagnostik modern untuk mendukung penelitian mahasiswa,” tambahnya.
### Peran PT Farmasi Indonesia Timur dalam Pengembangan
Penandatanganan MoU dengan PT Farmasi Indonesia Timur menandai kesempatan penting bagi Klinik Kampus untuk meningkatkan akses terhadap obat-obatan berkualitas dengan harga yang kompetitif. Direktur Operasional PT Farmasi Indonesia Timur, Siti Nurhaliza, S.Farm., M.Pharm., menjelaskan komitmen perusahaannya dalam mendukung pendidikan kesehatan di Indonesia Timur.
“PT Farmasi Indonesia Timur memahami bahwa kesuksesan bisnis kami tidak terpisah dari kesehatan dan pendidikan masyarakat di sekitar kami. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk memberikan dukungan berupa donasi obat-obatan esensial, beasiswa penelitian farmasi untuk mahasiswa, dan program pelatihan tenaga farmasi bagi staf Klinik Kampus,” jelas Siti Nurhaliza dalam acara penandatanganan.
Lebih spesifik, PT Farmasi Indonesia Timur akan menyediakan sarana pelatihan farmakologi klinis untuk tenaga kesehatan dan mahasiswa, serta mendukung penelitian terapan mengenai efektivitas dan keamanan obat-obatan lokal yang relevan dengan penyakit endemis di wilayah Sulawesi Tenggara, seperti malaria, demam berdarah, dan penyakit tropis lainnya.
### Dampak pada Pengembangan Program Akademik
Prof. Dr. Budi Santoso, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Kendari, mengungkapkan bahwa kerjasama ini akan memiliki dampak signifikan terhadap pengembangan kurikulum dan metode pembelajaran di program studi yang berada di bawah fakultasnya.
“Dengan adanya kerjasama ini, kami dapat mengembangkan program pembelajaran yang lebih praktis dan berbasis masalah kesehatan nyata yang dihadapi masyarakat Kendari. Mahasiswa kami tidak hanya belajar dari buku teks, tetapi juga terlibat langsung dalam penanganan kasus-kasus klinis di fasilitas mitra kami,” kata Prof. Santoso.
Dekan juga mengisyaratkan bahwa akan ada pembaruan kurikulum khusus untuk program studi Perawat, Bidan, dan Kesehatan Masyarakat yang akan dimulai pada tahun akademik 2026-2027. Kurikulum baru ini akan mencakup modul-modul klinis yang dikembangkan bersama-sama dengan praktisi dari rumah sakit mitra dan perusahaan farmasi.
“Kami juga merencanakan program magang yang lebih panjang dan terstruktur. Mahasiswa akan menghabiskan setidaknya 1.200 jam praktik klinis di fasilitas mitra, dibandingkan dengan standar nasional yang hanya membutuhkan 800 jam. Ini adalah investasi yang signifikan dalam kualitas,” paparnya lebih lanjut.
### Manfaat bagi Klinik Kampus dan Masyarakat
Secara operasional, Klinik Kampus akan merasakan beberapa peningkatan kapasitas yang nyata. Pertama, akses terhadap teknologi diagnostik modern melalui referensi ke fasilitas mitra akan meningkatkan akurasi diagnosis dan kualitas pelayanan. Kedua, program pelatihan berkelanjutan bagi tenaga medis klinis akan meningkatkan kompetensi profesional mereka. Ketiga, dukungan pembiayaan dari mitra industri akan memungkinkan pengembangan infrastruktur klinik, termasuk renovasi ruang pemeriksaan, peningkatan sistem informasi kesehatan, dan perluasan layanan poliklinik.
Dr. Siti Amira Rahman, Direktur Klinik Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari, mengungkapkan harapannya terhadap transformasi yang akan terjadi.
“Klinik Kampus kami saat ini melayani rata-rata 200-300 pasien per hari. Dengan peningkatan kapasitas dan kualitas layanan, kami menargetkan untuk dapat melayani hingga 500 pasien per hari dalam dua tahun ke depan. Lebih penting lagi, kami berharap dapat mengurangi waktu tunggu pasien dari rata-rata 45 menit menjadi kurang dari 20 menit,” ujarnya dengan optimisme.
Layanan yang akan ditambahkan mencakup pemeriksaan laboratorium lanjutan, skrining kesehatan preventif untuk penyakit kronis, layanan vaksinasi yang lebih lengkap, dan konsultasi spesialistik melalui telemedicine dengan rumah sakit mitra. Ini adalah kabar baik bagi komunitas akademik dan masyarakat umum yang selama ini mengalami keterbatasan akses layanan kesehatan berkualitas.
### Program Penelitian dan Pengembangan
Selain aspek pendidikan dan pelayanan, kolaborasi ini juga membuka peluang untuk pengembangan penelitian yang aplikatif. Universitas Muhammadiyah Kendari akan membentuk tim penelitian multidisiplin yang terdiri dari dosen, mahasiswa, dan praktisi dari rumah sakit mitra untuk menginvestigasi berbagai isu kesehatan lokal.
Topik penelitian yang menjadi prioritas awal meliputi epidemiologi penyakit menular di Sulawesi Tenggara, efektivitas program pencegahan penyakit di tingkat masyarakat, dan optimalisasi penggunaan sumber daya kesehatan di fasilitas pelayanan primer. PT Farmasi Indonesia Timur telah berkomitmen untuk mendanai lima proyek penelitian setiap tahun dengan total alokasi dana sebesar Rp 500 juta per tahun.
“Penelitian yang kami lakukan harus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Kami tidak hanya tertarik pada publikasi akademis, tetapi juga pada implementasi hasil penelitian untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tegas Prof. Santoso yang juga mengetuai komite penelitian dan pengembangan kerjasama ini.
### Tantangan dan Komitmen ke Depan
Meskipun kolaborasi ini menawarkan berbagai peluang, Dr. Amira juga mengakui adanya tantangan yang perlu diatasi. Salah satunya adalah harmonisasi standar operasional antara Klinik Kampus yang merupakan fasilitas akademik dengan rumah sakit mitra yang telah memiliki sistem dan prosedur yang mapan.
“Kami memerlukan waktu untuk menyinkronkan sistem informasi kesehatan kami dengan sistem yang digunakan oleh RSUD dan Rumah Sakit Pratama. Kami juga perlu melakukan pelatihan bagi seluruh staf Klinik Kampus mengenai standar keselamatan pasien dan protokol klinis yang baru. Namun, kami yakin bahwa tantangan-tantangan ini dapat diatasi dengan dukungan penuh dari mitra kami,” jelasnya.
### Penutup
Kolaborasi strategis antara Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Klinik Kampusnya, dengan berbagai rumah sakit dan perusahaan farmasi merupakan contoh nyata dari komitmen institusi pendidikan untuk beradaptasi dengan kebutuhan industri dan masyarakat yang terus berkembang. Kerjasama ini tidak hanya akan meningkatkan kualitas pendidikan bagi mahasiswa program studi kesehatan, tetapi juga akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kendari dan sekitarnya melalui peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan.
Dengan penandatanganan kesepakatan ini pada 23 April 2026, Universitas Muhammadiyah Kendari telah mengambil langkah penting dalam mewujudkan visinya sebagai institusi pendidikan yang relevan, responsif, dan berdampak bagi pembangunan kesehatan nasional. Ke depannya, kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi model bagi institusi pendidikan lainnya di Indonesia Timur dalam menjalin kerjasama dengan industri untuk menciptakan ekosistem pendidikan dan pelayanan kesehatan yang berkelanjutan dan berkualitas tinggi.
—
Penulis: Redaksi Kampus
Editor: Tim Jurnalistik Universitas Muhammadiyah Kendari
Diterbitkan: 24 April 2026