KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui Klinik Kampus yang berlokasi di kawasan kampus utama, menyelenggarakan seminar kesehatan reproduksi yang komprehensif pada hari Senin, 7 April 2026. Acara yang menghadirkan praktisi medis berpengalaman ini menjadi bagian dari komitmen institusi dalam meningkatkan kesadaran kesehatan mahasiswa, khususnya terkait pengetahuan reproduksi yang tepat dan bertanggung jawab.
Seminar bertajuk “Kesehatan Reproduksi Remaja: Pengetahuan, Pencegahan, dan Pemberdayaan” ini diikuti oleh lebih dari 350 mahasiswa dari berbagai program studi di Universitas Muhammadiyah Kendari. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kebutuhan informasi kesehatan reproduksi yang valid dan terpercaya di kalangan generasi muda kampus.
**Pentingnya Edukasi Kesehatan Reproduksi di Kampus**
Klinik Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari, yang telah beroperasi sejak tahun 2018, memiliki visi sebagai pusat layanan kesehatan primer dan edukasi kesehatan bagi civitas akademika. Fasilitas ini dilengkapi dengan tenaga medis profesional, termasuk dokter umum, perawat, dan staf administrasi yang berdedikasi. Keberadaan klinik kampus ini menjadi jembatan penting antara kebutuhan kesehatan mahasiswa dengan layanan medis berkualitas yang terjangkau.
“Kesehatan mahasiswa adalah investasi bagi masa depan bangsa. Kami memahami bahwa remaja dan pemuda memiliki kebutuhan khusus dalam hal kesehatan reproduksi, baik dari aspek pengetahuan, pencegahan penyakit, maupun pemberdayaan diri,” ujar Dr. Ade Wijaya, Kepala Klinik Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari, saat membuka seminar pada pukul 08.30 WITA.
Menurutnya, edukasi kesehatan reproduksi tidak hanya penting untuk mencegah penyakit menular seksual, melainkan juga membangun kesadaran tentang hak dan kewajiban dalam menjaga kesehatan diri. “Kami ingin mahasiswa memahami bahwa kesehatan reproduksi adalah bagian integral dari kesehatan holistik mereka,” tambahnya.
**Narasumber Berkualitas dan Materi yang Relevan**
Seminar ini menghadirkan dua narasumber utama yang memiliki kredibilitas tinggi di bidangnya. Pertama adalah Dr. Siti Nurhaliza Rahmah, Spog (Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi) dari Rumah Sakit Umum Daerah Bahteramas Kendari yang memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun menangani kesehatan reproduksi wanita. Kedua adalah Dr. Muhammad Rizki Pratama, M.H., seorang ahli hukum kesehatan dan advokat bagi hak-hak reproductif dari Universitas Hasanuddin Makassar.
Dr. Siti Nurhaliza Rahmah menyampaikan materi tentang “Anatomi dan Fisiologi Reproduksi Perempuan” serta “Pencegahan Infeksi dan Penyakit Reproduksi pada Remaja.” Dalam presentasinya yang berlangsung selama 90 menit, beliau menggunakan visualisasi anatomis yang detail namun tetap sopan dan edukatif. Materi mencakup pentingnya kebersihan organ reproduksi, pengenalan gejala infeksi dini, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala.
“Banyak mahasiswi yang tidak mengetahui bahwa infeksi vagina ringan sekalipun, jika tidak ditangani dengan tepat, bisa berkembang menjadi masalah kesehatan yang serius di kemudian hari. Oleh karena itu, edukasi dini sangat krusial,” jelas Dr. Siti Nurhaliza Rahmah dalam sesi tanya jawab.
Sementara itu, Dr. Muhammad Rizki Pratama menyajikan perspektif hukum dan hak asasi manusia dalam konteks kesehatan reproduksi. Materi beliau berfokus pada “Hak Reproduksi Berdasarkan Undang-Undang dan Tanggung Jawab Pribadi.” Pembahasan mencakup hak-hak yang dilindungi undang-undang, peran pemerintah dalam menjamin akses layanan kesehatan reproduksi, serta tanggung jawab individu dalam membuat keputusan yang bertanggung jawab.
“Kesehatan reproduksi bukan hanya isu medis, tetapi juga isu sosial dan hak asasi manusia. Mahasiswa perlu memahami bahwa mereka memiliki hak untuk mendapatkan informasi yang akurat, layanan kesehatan yang berkualitas, dan privasi dalam mengakses layanan tersebut,” ucap Dr. Muhammad Rizki Pratama.
**Antusiasme Mahasiswa dan Relevansi Topik**
Peserta seminar menunjukkan antusiasme yang luar biasa, terbukti dari intensitas pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi. Pertanyaan berkisar dari hal-hal teknis medis hingga permasalahan sosial yang sering dihadapi mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Salah satu pertanyaan menarik datang dari Rini Setiawan, mahasiswi tahun ketiga Program Studi Ilmu Keperawatan. “Bagaimana cara kita sebagai perempuan muda memastikan bahwa kita mendapatkan informasi yang benar tentang kesehatan reproduksi, sementara banyak informasi di media sosial yang tidak akurat?” Pertanyaan ini dijawab oleh Dr. Siti Nurhaliza Rahmah dengan memberikan kriteria untuk mengevaluasi kredibilitas sumber informasi kesehatan.
“Selalu cek apakah sumber informasi berasal dari profesional medis yang tersertifikasi, lembaga kesehatan resmi, atau penelitian yang telah divalidasi. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan profesional medis jika ada keraguan,” adalah saran yang diberikan Dr. Siti Nurhaliza Rahmah.
Sementara itu, Budi Santoso, mahasiswa tahun keempat Program Studi Pendidikan Dokter, mengangkat pertanyaan tentang pentingnya edukasi kesehatan reproduksi untuk laki-laki. “Saya rasa seminar seperti ini penting juga untuk mahasiswa laki-laki, karena kesehatan reproduksi adalah tanggung jawab bersama dalam setiap hubungan,” ujarnya.
Respons positif ini mendorong pihak Klinik Kampus untuk merencanakan seminar lanjutan yang lebih spesifik membahas kesehatan reproduksi laki-laki.
**Integrasi dengan Program Kesehatan Kampus**
Seminar ini merupakan bagian dari program kesehatan kampus yang lebih luas di Universitas Muhammadiyah Kendari. Sebelumnya, pada bulan Maret 2026, Klinik Kampus telah menyelenggarakan webinar tentang “Kesehatan Mental Mahasiswa di Era Digital” yang dihadiri oleh lebih dari 500 peserta secara daring. Program-program ini menunjukkan komitmen institusi dalam menciptakan lingkungan kampus yang sehat secara fisik dan mental.
“Kesehatan adalah fondasi dari pencapaian akademik yang optimal. Mahasiswa yang sehat, baik secara fisik maupun mental, akan memiliki performa akademik yang lebih baik serta kemampuan adaptasi sosial yang lebih kuat,” ungkap Prof. Dr. Irwan Marzuki, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, yang sempat hadir dan memberikan sambutan pembukaan.
Rektor juga menekankan pentingnya peran Klinik Kampus sebagai unit yang tidak hanya memberikan layanan kuratif (pengobatan) tetapi juga preventif (pencegahan) dan promotif (promosi kesehatan). “Kami berharap seminar-seminar seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkala, bahkan ditingkatkan menjadi kurikulum yang terintegrasi dalam program-program studi tertentu, khususnya program studi kesehatan dan pendidikan,” tambahnya.
**Dampak Jangka Panjang dan Tindak Lanjut**
Hasil dari seminar ini diharapkan dapat membawa dampak positif yang berkelanjutan. Pihak Klinik Kampus telah menyiapkan materi edukasi dalam bentuk pamflet, poster, dan konten digital yang akan disebarkan melalui berbagai saluran komunikasi kampus. Selain itu, tim medis di klinik juga akan meningkatkan kapasitas layanan konseling kesehatan reproduksi untuk mahasiswa yang membutuhkan.
“Kami menawarkan layanan konseling gratis bagi mahasiswa yang memiliki pertanyaan atau kekhawatiran terkait kesehatan reproduksi mereka. Layanan ini dijamin rahasia dan dilakukan oleh tenaga medis profesional yang berpengalaman,” jelas Dr. Ade Wijaya.
Universitas Muhammadiyah Kendari juga berencana untuk menjadikan topik kesehatan reproduksi sebagai bagian dari kurikulum peminatan di Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa institusi tidak hanya fokus pada acara satu kali, melainkan mengintegrasikan pengetahuan kesehatan reproduksi ke dalam proses pembelajaran akademik jangka panjang.
**Penutup**
Seminar kesehatan reproduksi yang diselenggarakan oleh Klinik Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari pada 7 April 2026 merupakan inisiatif yang tepat waktu dan relevan. Dalam era di mana akses informasi mudah namun sering tidak terverifikasi, kehadiran institusi pendidikan yang menyediakan edukasi kesehatan reproduksi yang akurat menjadi semakin penting.
Melalui kolaborasi dengan pakar-pakar terkemuka di bidang obstetri-ginekologi dan hukum kesehatan, seminar ini berhasil memberikan informasi komprehensif yang tidak hanya berfokus pada aspek medis tetapi juga aspek sosial, hukum, dan pemberdayaan pribadi. Antusiasme mahasiswa menunjukkan bahwa ada kebutuhan nyata akan pengetahuan semacam ini.
Ke depannya, diharapkan bahwa Klinik Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari akan terus menjadi pusat edukasi kesehatan yang responsif terhadap kebutuhan civitas akademika. Dengan komitmen untuk terus menyelenggarakan seminar, webinar, dan kuliah umum berkualitas tinggi, institusi ini sedang membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga sehat secara holistik.
Sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen pada nilai-nilai Muhammadiyah, Universitas Muhammadiyah Kendari menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan yang baik adalah bentuk nyata dari amanah untuk menjaga kehidupan dan kesejahteraan generasi muda Indonesia.
—
Penulis: Tim Jurnalisme Kampus
Editor: Bagian Humas dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Kendari
Tanggal Publikasi: 8 April 2026