Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari kembali membuktikan eksistensinya di kancah nasional dan internasional. Kali ini, prestasi gemilang diraih oleh mahasiswa dari Klinik Kampus yang berhasil memenangkan kompetisi kesehatan bergengsi dalam ajang internasional. Pencapaian luar biasa ini menjadi bukti nyata komitmen institusi pendidikan di Sulawesi Tenggara dalam menghasilkan sumber daya manusia berkualitas tinggi di bidang kesehatan.
Delegasi Universitas Muhammadiyah Kendari yang terdiri dari lima mahasiswa berprestasi berhasil meraih medali emas dalam kategori Case Study Presentation pada Kompetisi Kesehatan Regional Asia Tenggara (SEAMC Health Championship) yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand, pada tanggal 2-5 April 2026. Pencapaian ini menandai momentum penting bagi Klinik Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari yang terus berinovasi dalam memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswanya.
Perjalanan Menuju Prestasi Internasional
Tim yang dipimpin oleh Rizki Pratama, mahasiswa Semester VIII Program Studi Keperawatan, memulai persiapan intensif sejak Januari 2026. Dengan bimbingan para dosen pembimbing dari Klinik Kampus, mereka mengembangkan presentasi ilmiah mengenai “Penerapan Manajemen Diabetes Mellitus Tipe 2 Berbasis Komunitas di Daerah Perkotaan: Studi Kasus di Kendari.”
“Kami memilih topik ini karena relevansinya dengan kondisi kesehatan masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah Sulawesi Tenggara. Prevalensi diabetes terus meningkat, dan melalui penelitian lapangan di Klinik Kampus, kami mendapatkan data autentik yang dapat berkontribusi pada pengetahuan kesehatan regional,” ujar Rizki Pratama dalam wawancara eksklusif, Kamis (11 April 2026).
Anggota tim lainnya terdiri dari Siti Nurhaliza (Semester VII, Prodi Gizi Kesehatan), Dwi Kartika Sari (Semester VIII, Prodi Kebidanan), Muhammad Irfan (Semester VII, Prodi Keperawatan), dan Bella Kusuma Wardhani (Semester VI, Prodi Kesehatan Masyarakat). Kelima mahasiswa ini bukan hanya berbakat, tetapi juga memiliki dedikasi tinggi dalam menggali wawasan praktis melalui pengalaman langsung di Klinik Kampus.
Klinik Kampus sebagai Pusat Pembelajaran Praktikal
Klinik Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari, yang berlokasi di Jalan Sultan Qaimuddin Nomor 14, Kendari, merupakan fasilitas kesehatan yang tidak hanya melayani masyarakat umum tetapi juga menjadi laboratorium pendidikan bagi mahasiswa program studi kesehatan. Institusi ini menangani lebih dari 1.500 pasien per bulannya dan memiliki berbagai divisi pelayanan mulai dari keperawatan dasar, gizi, kebidanan, hingga promosi kesehatan masyarakat.
Kepala Klinik Kampus, dr. Suryanto, M.Kes., menjelaskan bahwa pencapaian mahasiswa ini tidak terlepas dari pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan teori dengan praktik langsung. “Klinik Kampus bukan sekadar tempat mahasiswa menjalankan praktik klinis. Di sini, mereka didorong untuk menjadi peneliti, inovator, dan problem solver yang mampu mengidentifikasi isu kesehatan nyata di komunitas. Kemenangan di tingkat internasional ini membuktikan bahwa model pembelajaran kami efektif,” kata dr. Suryanto dengan penuh kebanggaan.
Proses persiapan tim termasuk pengumpulan data primer dari pasien diabetes yang telah ditangani di Klinik Kampus selama enam bulan terakhir. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan metodologi penelitian kualitatif dan kuantitatif untuk menghasilkan insight yang mendalam tentang efektivitas manajemen diabetes berbasis komunitas.
Kompetisi Internasional dan Standar Global
SEAMC Health Championship adalah ajang kompetisi kesehatan tingkat regional yang diikuti oleh lebih dari 40 institusi pendidikan kesehatan dari 8 negara Asia Tenggara, termasuk Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, Vietnam, Kamboja, Laos, dan Indonesia. Kompetisi ini dirancang untuk memberikan platform bagi mahasiswa kesehatan dalam mengeksplorasi isu-isu kesehatan kontemporer dan mempresentasikan solusi inovatif.
Dalam kategori Case Study Presentation, peserta harus mempresentasikan studi kasus selama 15 menit dalam bahasa Inggris dihadapan panel juri internasional yang terdiri dari profesor kesehatan masyarakat, dokter spesialis, dan peneliti senior dari universitas terkemuka di kawasan Asia Tenggara. Penilaian mencakup originalitas penelitian, relevansi dengan kesehatan masyarakat, presentasi, serta kemampuan menjawab pertanyaan dari juri.
Siti Nurhaliza, anggota tim yang bertanggung jawab pada aspek gizi dalam manajemen diabetes, mengungkapkan tantangan yang mereka hadapi selama persiapan. “Standar presentasi internasional sangat tinggi. Kami harus memastikan bahwa tidak hanya data kami akurat, tetapi juga cara kami menyampaikan pesan kesehatan dapat dipahami oleh audiens dari berbagai latar belakang budaya dan bahasa. Tim kami berlatih setiap hari selama dua bulan untuk menyempurnakan presentasi,” katanya.
Dukungan Institusi dan Dosen Pembimbing
Kesuksesan tim mahasiswa ini juga didukung penuh oleh pimpinan Universitas Muhammadiyah Kendari. Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Abdul Wahab, M.A., menyatakan bahwa pencapaian ini sejalan dengan visi institusi dalam mengembangkan pendidikan kesehatan yang berbasis riset dan pengabdian masyarakat.
“Universitas Muhammadiyah Kendari bangga memiliki mahasiswa-mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki komitmen sosial yang kuat. Kemenangan di Bangkok ini bukan hanya prestasi pribadi mereka, tetapi juga prestasi institusi dan tenaga pendidik yang telah membimbing mereka dengan sepenuh hati. Kami berkomitmen untuk terus mendukung mahasiswa berprestasi melalui pendanaan riset, fasilitasi pelatihan, dan kesempatan untuk mengikuti kompetisi tingkat nasional dan internasional,” ungkap Prof. Abdul Wahab dalam konferensi pers di Ruang Rektorat, Jumat (11 April 2026).
Dosen pembimbing utama tim, dr. Nurul Hidayah, Sp.Kom., M.Sc., mengakui bahwa proses mentoring memerlukan kerja ekstra. “Saya dan rekan-rekan dosen lainnya menjalankan sesi bimbingan intensif dua kali seminggu selama tiga bulan terakhir. Kami tidak hanya membantu menyempurnakan paper mereka, tetapi juga melatih mereka dalam hal komunikasi efektif, manajemen waktu presentasi, dan strategi menjawab pertanyaan juri yang cerdas dan challenging. Investasi waktu ini terbayar dengan hasil akhir yang luar biasa,” tutur dr. Nurul Hidayah.
Dampak Bagi Pengembangan Program Studi Kesehatan
Pencapaian ini memiliki dampak signifikan bagi pengembangan program studi di lingkungan Universitas Muhammadiyah Kendari. Ketua Program Studi Keperawatan, Ns. Hendra Wijaya, M.Kep., mengatakan bahwa kemenangan internasional ini akan menjadi motivasi bagi mahasiswa generasi berikutnya untuk terus berinovasi dan mengejar prestasi.
“Kisah sukses mahasiswa kami akan menjadi inspirasi. Kami juga akan mengintegrasikan pengalaman mereka dalam kurikulum pembelajaran, sehingga mahasiswa angkatan mendatang dapat belajar dari metodologi penelitian dan presentasi yang telah terbukti efektif. Lebih jauh lagi, kesuksesan ini akan meningkatkan reputasi program studi kami di tingkat nasional dan internasional, yang pada gilirannya akan menarik lebih banyak talenta muda untuk bergabung,” jelas Ns. Hendra Wijaya.
Sementara itu, Kepala Bagian Akademik dan Pengembangan, Drs. Bambang Sutrisno, M.A., menegaskan komitmen universitas untuk meningkatkan infrastruktur penelitian dan fasilitas pembelajaran. “Kami akan mengalokasikan anggaran khusus untuk peningkatan laboratorium di Klinik Kampus dan menyediakan beasiswa khusus bagi mahasiswa yang menunjukkan potensi penelitian tinggi. Dengan demikian, kami ingin menciptakan ekosistem akademik yang mendorong inovasi dan kreativitas,” ujarnya.
Pesan Inspiratif dari Para Pemenang
Muhammad Irfan, yang berperan sebagai presenter utama dalam presentasi di Bangkok, mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak. “Kami sangat bersyukur bisa meraih medali emas untuk Indonesia dan khususnya untuk Universitas Muhammadiyah Kendari. Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa dari Kendari mampu bersaing di level internasional. Kami ingin menginspirasi teman-teman lain bahwa dengan kerja keras, dedikasi, dan bimbingan yang tepat, tidak ada yang tidak mungkin untuk dicapai,” katanya dengan antusias.
Bella Kusuma Wardhani, mahasiswa termuda dalam tim, juga berbagi pengalaman berharganya. “Perjalanan ke Bangkok untuk berkompetisi adalah pengalaman yang mengubah perspektif saya tentang kesehatan masyarakat. Saya melihat bagaimana praktik kesehatan di berbagai negara berbeda, dan ini membuat saya semakin yakin bahwa penelitian dan inovasi kesehatan sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ungkapnya.
Momentum Peningkatan Reputasi Universitas
Pencapaian mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari ini menjadi bukti nyata bahwa institusi pendidikan di kawasan Sulawesi Tenggara memiliki potensi untuk menghasilkan lulusan berkualitas tinggi yang mampu bersaing di tingkat internasional. Dalam beberapa tahun terakhir, universitas ini telah mengalami peningkatan signifikan dalam hal akreditasi program studi, publikasi ilmiah, dan keterlibatan dalam penelitian multidisiplin.
Momentum ini diharapkan dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi strategis dengan institusi pendidikan kesehatan terkemuka, baik dalam maupun luar negeri. Rencana universitas untuk membuka program studi baru di bidang kesehatan teknologi digital dan epidemiologi juga merupakan wujud dari komitmen untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Kesimpulan: Langkah Menuju Masa Depan yang Lebih Baik
Prestasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari di Kompetisi Kesehatan Regional Asia Tenggara bukanlah sekadar pencapaian individu atau institusional belaka. Lebih dari itu, kemenangan ini mencerminkan dedikasi kolektif dari mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, pimpinan universitas, dan seluruh stakeholder dalam membangun ekosistem pendidikan kesehatan yang progresif dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Dengan berbagai dukungan dan komitmen yang kuat, Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya melalui Klinik Kampus, siap untuk terus menjadi inkubator talenta muda Indonesia yang mampu membawa perubahan positif dalam bidang kesehatan. Generasi mahasiswa yang akan datang tentu akan terinspirasi untuk melangkah lebih jauh lagi, menciptakan inovasi yang tidak hanya diakui di tingkat regional, tetapi juga global.
Kepada para mahasiswa yang telah meraih kemenangan ini, serta kepada semua mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari, semoga pencapaian ini menjadi awal dari serangkaian prestasi yang lebih besar lagi. Dan kepada seluruh elemen universitas, mari bersama-sama menciptakan institusi pendidikan yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menginspirasi mahasiswa untuk menjadi agen perubahan sosial yang berkontribusi nyata bagi kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera dan sehat.
—
Catatan Redaksi:
Artikel ini ditulis berdasarkan informasi dari konferensi pers Universitas Muhammadiyah Kendari pada tanggal 11 April 2026, dengan kutipan dari berbagai narasumber terkait, termasuk pimpinan universitas, kepala klinik, dosen pembimbing, dan mahasiswa berprestasi.